BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 November 2011

Masyarakat Italia Kagumi Seni Rupa Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com — Kurator seni Italia, Dominique Lora, mengatakan, karya seni rupa Indonesia sangat luar biasa dan mendapat sambutan yang besar dari masyarakat Italia saat digelar pameran di Eropa.

"Saya pernah membuat acara pameran seni rupa Indonesia di Eropa dan mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat Italia. Karena itu, perlu diadakan acara pameran seni rupa yang lebih besar lagi," tutur Dominique dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, yang terhubung langsung melalui Skype dari Italia.

Ia mengatakan sudah mengelilingi Indonesia dan sudah melihat karya-karya seni rupa Indonesia. Karena keindahannya itu, seni rupa Indonesia perlu diperkenalkan ke dunia internasional.

Terkait dengan hal itu, pihak Ciputra Artpreneur Center akan mengadakan pameran seni rupa yang membawa 15 seniman Indonesia mempertunjukkan 28 karya terbaik mereka di Museum Macro Roma, Italia, 15 November 2011 hingga 15 Januari 2012.

Direktur Utama Ciputra Artpreneur Center Rina Ciputra Sastrawinata mengatakan, para seniman Indonesia yang akan mempertunjukkan karya terbaik mereka di Italia tersebut telah melewati proses pemilihan dengan kriteria yang ditetapkan langsung oleh Dominique Lora.

"Sebenarnya lukisan Indonesia bisa bersaing dengan lukisan-lukisan terkenal di dunia, hanya saja perlu diperkenalkan, dipromosikan, dan perlu dukungan dari galeri serta membawa karya tersebut keliling dunia," katanya.

Rina menyebutkan, seharusnya masyarakat bangga atas karya-karya kreatif seniman Indonesia karena mampu bertarung di kancah internasional.

"Saya optimistis budaya Indonesia semakin dikenal dan semakin maju dan untuk meningkatkan kualitas yang berstandar internasional, tetapi harus melewati masa-masa sulit karena kebudayaan tersebut harus terus memperbaiki diri," katanya.

Kepala Galeri Nasional Indonesia Tubagus Andre Sukmana turut menyambut baik prakarsa dan gagasan diselenggarakannya pameran seni rupa di Museum Macro Roma ini.

Ia berharap ditampilkannya karya-karya para seniman nasional di dunia internasional dapat membawa seni rupa Indonesia semakin dikenal oleh masyarakat dunia.

Seniman kontemporer Indonesia, Made Wianta, mengatakan, bangsa Indonesia tidak kekurangan seniman hebat, hanya saja kurangnya dukungan untuk dieksplor dan diekspos serta kuranganya sponsor yang menjadikan karya seniman Indonesia kurang berkiprah di dunia global.

"Kita sebenarnya tidak kalah dengan para seniman dunia, hanya saja kita masih kekurangan informasi untuk dipublikasikan. Ke depan kita berharap dengan adanya pameran seni rupa di Italia ini menjadi langkah untuk memperkenalkan seniman Indonesia di kancah internasional," ulas Made Wianta.

Salah satu karya yang akan ditampilkan di pameran seni rupa di Italia nanti adalah karya Made Wianta yaitu "Symphony" dan "At Last".

Para seniman yang akan menampilkan karya terbaiknya di Italia ini yaitu Made Wianta, Agus Suwage, FX Harsono, Yuli Praytno, Melati Suryodarmo, Mella Jaarsma, Heri Dono, Eko Nugroho, Entang Wiharso, Ugo Untoro, Titarubi, Astari Rasyid, Arya Pandjalu, S Teddy Darmawan, dan Budi Kustarto.

Senin, 07 November 2011

Tengkorak “Vampir” Abad Pertengahan Ditemukan di Italia

November 2nd, 2011 by admin | Posted under Misteri

Ini bukan salah satu episode dari film drakula atau vampire penghisap darah, namun kelihatannya Van Helsing abad pertengahan yang mencoba untuk menyelamatkan kita dari para vampir tidak menggunakan potongan kayu tajam, mereka menggunakan sebuah batu bata.

Baru-baru ini seorang antropolog dari universitas Florence bernama Matteo Borini menemukan sebuah tengkorak perempuan dengan batu-bata yang ditancapkan di mulutnya di sebuah kuburan masal di pulau Lazzaretto Nuovo, dekat Venice, Italia. Kuburan itu digunakan untuk mengubur para korban Black Death yang terjadi pada tahun 1576, yaitu wabah penyakit yang menyerang Italia dan memakan korban sekitar 150.000 nyawa.

Penemuan yang luar biasa ini menunjukkan bagaimana masyarakat abad pertengahan memiliki pandangan mereka sendiri tentang takhayul yang menyangkut vampir penghisap darah.

Kain kafan yang digunakan untuk menutupi wajah mayat umumnya menjadi lapuk karena bakteri yang keluar dari mulut mayat dan akhirnya menunjukkan gigi-gigi mayat. Namun proses ini disalahartikan oleh masyarakat abad pertengahan. Hal ini diindikasikan dengan adanya manuskrip kuno abad pertengahan yang menyatakan bahwa mayat mendapatkan kembali kehidupan dengan memakan kain kafan dan menghirup sisa-sisa kehidupan dari mayat yang lain hingga mereka mendapat cukup kekuatan untuk kembali bangkit dari kematian. Karena itu pada abad pertengahan vampire dikenal juga dengan sebutan “pemakan kafan.”

“Untuk membunuh Vampire tersebut, anda harus menyingkirkan kafan itu dari mulutnya dan kemudian menaruh sesuatu yang tidak bisa dimakan sebagai gantinya. Karena itu batu bata lah yang digunakan” Kata Mr Borrini. “Ada kemungkinan mayat lain juga memiliki batu bata seperti ini di mulutnya, namun inilah tengkorak pertama yang kita temukan dalam kondisi seperti ini.” Lanjutnya.



Takhayul vampire telah menjadi bagian dari kultur Eropa ketika wabah penyakit dashyat itu menyerbu keseluruhan benua. Ketidakmengertian tentang tahap alami dekomposisi tubuh mayat kemungkinan telah memicu penyebaran mitos ini. “Sukar diinterpretasikan apakah batu bata yang ditancapkan di mulut mayat bersumber dari ketakutan yang dalam akan vampir atau hanya tindakan berjaga-jaga dalam masa sulit.” Kata Borrini. Figur vampire modern kita kenal lewat novel Bram Stoker, Dracula yang ditulis pada tahun 1897.

Namun, Umumnya takhayul yang tersebar luas juga muncul karena adanya peristiwa nyata. Mungkinkah vampir penghisap darah benar-benar ada pada abad pertengahan?