BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Rabu, 16 November 2011

Antonio Meucci

 
Latar belakangnya
Antonio Meucci lahir di San Frediano, dekat kota Firenze pada tahun 1808. Dia adalah lulusan Akademi Kesenian Firenze, lalu bekerja di Teatro della Pergola sampai tahun 1835, dan kemudian ditawari pekerjaan di Teatro Tacon in Havana, Kuba dan berimigrasi di sana bersama istrinya.
Pada waktu senggangnya Antonio Meucci suka melakukan penyelidikan terhadap sesuatu dan menciptakan barang-barang baru tanpa putus asa. Meucci telah mengembangkan cara menggunakan setrum listrik untuk menyembuhkan penyakit dan menjadi populer karenanya.

Penemuan telepon

Pada tahun 1850, dia pindah ke Staten Island, New York. Pada saat itu Meucci jatuh miskin, tetapi masih terus menyempurnakan alat yang telah diciptakannya yaitu telepon. Dikarenakan ia sakit keras dan perekonomian yang sulit, istrinya terpaksa menjual beberapa alat-alat ciptaannya hanya seharga enam dolar untuk biaya pengobatan.
Setelah sembuh, Meucci bekerja keras siang dan malam untuk kembali membuat alat-alat ciptaannya. Pada tahun 1871, disebabkan tak cukup uang untuk membayar paten telepon, ia hanya membayar paten sementara yang berlaku untuk setahun dan harus diperpanjang pada tahun selanjutnya.
Meucci mencoba untuk mendemonstrasikan potensi "telegraf berbicara" ini serta membawa model dan segala keterangannya pada wakil ketua perusahaan telegraf Western Union. Setiap kali Meucci hendak menemui wakil ketua ini, Edward B.Grant selalu mengatakan bahwa dia tak ada waktu. Dua tahun kemudian, saat Meucci meminta kembali semua materi telepon di perusahaan tersebut, ternyata mereka hanya mengatakan telah "hilang".
Pada tahun 1876, Alexander Graham Bell menyandang nama sebagai penemu telepon. Setelah Meucci mengetahuinya, ia memanggil seorang pengacara untuk memprotes pada Kantor Paten Amerika Serikat di Washington. Meucci mengalami kekalahan untuk kasus ini. Setelah adanya permusuhan antara Alexander Graham Bell dengan Western Union baru terungkap bahwa Bell sebelumnya telah menyetujui membayar duapuluh persen keuntungan komersil atas "penemuannya" selama 17 tahun kepada Western Union.
Antonio Meucci wafat pada tanggal 18 Oktober 1889.

Penetapan sebagai penemu

Lebih dari seabad dan di seluruh penjuru dunia, Alexander Graham Bell dikenal sebagai penemu telepon. Tetapi pada tanggal 11 Juni 2002 di kongres Amerika Serikat, Antonio Meucci ditetapkan sebagai penemu telepon.

Selasa, 08 November 2011

Danau Como Italia



Dikelilingi oleh kelompok-kelompok kota-kota kecil dan desa-desa, kaya baik dalam sejarah dan keindahan alam. 

Danau Como merupakan salah satu dari empat danau terbesar di wilayah Lombardy. Danau Como, yang kuno nama "Lario"; adalah danau alpine asal glasial. Hal ini dikelilingi oleh pegunungan Alpen Selatan dan mencapai kedalaman 476 m, adalah danau terbesar di Italia. 

Danau Como Italia luar biasa bagi pemandangan indah pantai dan pentingnya pegunungan sekitarnya.
 
Kota-kota dan desa-desa di sisi danau yang diselingi dengan villa mewah, melainkan di sini bahwa pada abad ketujuhbelas dan delapanbelas bangsawan dari Lombardy didirikan tempat tinggal liburan mereka.
Bellagio, mutiara dari "segitiga" Danau Como, terletak tepat di tengah antara lengan Danau Como dan Danau Lecco .  Bellagio, yang "mutiara" dari danau, Villa menawarkan Melzi d'Eril dan Villa Serbelloni.
Varenna telah Villa Monastero, Cadenabbia telah Villa Carlotta, dan Menaggio adalah menghiasi dengan Villa Mylius Vigoni. 

Dari tepi Danau, seseorang dapat mengamati berbagai regattas berlayar tahunan. Danau Como   adalah ideal sepanjang tahun lokasi untuk kenyamanan dan kesejahteraan; untuk penggemar olahraga air dan pecinta gunung.

Danau yang terkenal di seluruh Eropa sebagai surga musim panas untuk berlayar, ski air, scuba diving, atau kesenangan berperahu. Alam dan pecinta gunung dapat menikmati berbagai
kegiatan seperti hutan berjalan, trekking tinggi ketinggian, kunjungan gua, memanjat tebing dan hang-gliding. Di musim dingin, sejumlah ski Kelas Dunia Resorts baik di Italia dan Swiss mudah diakses. 

Di tepi Barat, di mana danau terbagi menjadi dua lengan Danau Como dan Danau Lecco, terletak kota yang menarik Menaggio. Jaringan kawasan jalan yang mudah memastikan link dengan St Moritz, Lugano, lembah Valtellina, Milan (sekitar 1 jam dan 15 menit). 

Kereta api kuno yang terhubung Menaggio dengan Porlezza dan Danau Como dengan Danau Ceresio, masih berjalan antara pegunungan dan teras yang perlahan turun ke tepi danau. Trek rel ditinggalkan yang mengalir melalui kota Sonenga, masih didukung oleh tiga lengkungan batu mengesankan, melonjak di atas sebuah teater alam yang terbuka ke arah danau dan dibingkai oleh puncak gunung Grigne dan Valsassina. Pengaturan ini indah, hutan dan lembah, dipilih sebagai latar belakang sempurna untuk sebuah desa terinspirasi oleh tradisi lokal: kombinasi arsitektur Italia elegan dan desain kontemporer.

Masyarakat Italia Kagumi Seni Rupa Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com — Kurator seni Italia, Dominique Lora, mengatakan, karya seni rupa Indonesia sangat luar biasa dan mendapat sambutan yang besar dari masyarakat Italia saat digelar pameran di Eropa.

"Saya pernah membuat acara pameran seni rupa Indonesia di Eropa dan mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat Italia. Karena itu, perlu diadakan acara pameran seni rupa yang lebih besar lagi," tutur Dominique dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, yang terhubung langsung melalui Skype dari Italia.

Ia mengatakan sudah mengelilingi Indonesia dan sudah melihat karya-karya seni rupa Indonesia. Karena keindahannya itu, seni rupa Indonesia perlu diperkenalkan ke dunia internasional.

Terkait dengan hal itu, pihak Ciputra Artpreneur Center akan mengadakan pameran seni rupa yang membawa 15 seniman Indonesia mempertunjukkan 28 karya terbaik mereka di Museum Macro Roma, Italia, 15 November 2011 hingga 15 Januari 2012.

Direktur Utama Ciputra Artpreneur Center Rina Ciputra Sastrawinata mengatakan, para seniman Indonesia yang akan mempertunjukkan karya terbaik mereka di Italia tersebut telah melewati proses pemilihan dengan kriteria yang ditetapkan langsung oleh Dominique Lora.

"Sebenarnya lukisan Indonesia bisa bersaing dengan lukisan-lukisan terkenal di dunia, hanya saja perlu diperkenalkan, dipromosikan, dan perlu dukungan dari galeri serta membawa karya tersebut keliling dunia," katanya.

Rina menyebutkan, seharusnya masyarakat bangga atas karya-karya kreatif seniman Indonesia karena mampu bertarung di kancah internasional.

"Saya optimistis budaya Indonesia semakin dikenal dan semakin maju dan untuk meningkatkan kualitas yang berstandar internasional, tetapi harus melewati masa-masa sulit karena kebudayaan tersebut harus terus memperbaiki diri," katanya.

Kepala Galeri Nasional Indonesia Tubagus Andre Sukmana turut menyambut baik prakarsa dan gagasan diselenggarakannya pameran seni rupa di Museum Macro Roma ini.

Ia berharap ditampilkannya karya-karya para seniman nasional di dunia internasional dapat membawa seni rupa Indonesia semakin dikenal oleh masyarakat dunia.

Seniman kontemporer Indonesia, Made Wianta, mengatakan, bangsa Indonesia tidak kekurangan seniman hebat, hanya saja kurangnya dukungan untuk dieksplor dan diekspos serta kuranganya sponsor yang menjadikan karya seniman Indonesia kurang berkiprah di dunia global.

"Kita sebenarnya tidak kalah dengan para seniman dunia, hanya saja kita masih kekurangan informasi untuk dipublikasikan. Ke depan kita berharap dengan adanya pameran seni rupa di Italia ini menjadi langkah untuk memperkenalkan seniman Indonesia di kancah internasional," ulas Made Wianta.

Salah satu karya yang akan ditampilkan di pameran seni rupa di Italia nanti adalah karya Made Wianta yaitu "Symphony" dan "At Last".

Para seniman yang akan menampilkan karya terbaiknya di Italia ini yaitu Made Wianta, Agus Suwage, FX Harsono, Yuli Praytno, Melati Suryodarmo, Mella Jaarsma, Heri Dono, Eko Nugroho, Entang Wiharso, Ugo Untoro, Titarubi, Astari Rasyid, Arya Pandjalu, S Teddy Darmawan, dan Budi Kustarto.

Senin, 07 November 2011

Tengkorak “Vampir” Abad Pertengahan Ditemukan di Italia

November 2nd, 2011 by admin | Posted under Misteri

Ini bukan salah satu episode dari film drakula atau vampire penghisap darah, namun kelihatannya Van Helsing abad pertengahan yang mencoba untuk menyelamatkan kita dari para vampir tidak menggunakan potongan kayu tajam, mereka menggunakan sebuah batu bata.

Baru-baru ini seorang antropolog dari universitas Florence bernama Matteo Borini menemukan sebuah tengkorak perempuan dengan batu-bata yang ditancapkan di mulutnya di sebuah kuburan masal di pulau Lazzaretto Nuovo, dekat Venice, Italia. Kuburan itu digunakan untuk mengubur para korban Black Death yang terjadi pada tahun 1576, yaitu wabah penyakit yang menyerang Italia dan memakan korban sekitar 150.000 nyawa.

Penemuan yang luar biasa ini menunjukkan bagaimana masyarakat abad pertengahan memiliki pandangan mereka sendiri tentang takhayul yang menyangkut vampir penghisap darah.

Kain kafan yang digunakan untuk menutupi wajah mayat umumnya menjadi lapuk karena bakteri yang keluar dari mulut mayat dan akhirnya menunjukkan gigi-gigi mayat. Namun proses ini disalahartikan oleh masyarakat abad pertengahan. Hal ini diindikasikan dengan adanya manuskrip kuno abad pertengahan yang menyatakan bahwa mayat mendapatkan kembali kehidupan dengan memakan kain kafan dan menghirup sisa-sisa kehidupan dari mayat yang lain hingga mereka mendapat cukup kekuatan untuk kembali bangkit dari kematian. Karena itu pada abad pertengahan vampire dikenal juga dengan sebutan “pemakan kafan.”

“Untuk membunuh Vampire tersebut, anda harus menyingkirkan kafan itu dari mulutnya dan kemudian menaruh sesuatu yang tidak bisa dimakan sebagai gantinya. Karena itu batu bata lah yang digunakan” Kata Mr Borrini. “Ada kemungkinan mayat lain juga memiliki batu bata seperti ini di mulutnya, namun inilah tengkorak pertama yang kita temukan dalam kondisi seperti ini.” Lanjutnya.



Takhayul vampire telah menjadi bagian dari kultur Eropa ketika wabah penyakit dashyat itu menyerbu keseluruhan benua. Ketidakmengertian tentang tahap alami dekomposisi tubuh mayat kemungkinan telah memicu penyebaran mitos ini. “Sukar diinterpretasikan apakah batu bata yang ditancapkan di mulut mayat bersumber dari ketakutan yang dalam akan vampir atau hanya tindakan berjaga-jaga dalam masa sulit.” Kata Borrini. Figur vampire modern kita kenal lewat novel Bram Stoker, Dracula yang ditulis pada tahun 1897.

Namun, Umumnya takhayul yang tersebar luas juga muncul karena adanya peristiwa nyata. Mungkinkah vampir penghisap darah benar-benar ada pada abad pertengahan?

Kamis, 03 November 2011

Peneliti Italia menemukan fakta baru Ternyata Lukisan Monalisa adalah PRIA

Peneliti Italia menemukan fakta baru yang mengejutkan dari mahakarya lukisan The Mona Lisa, karya maestro Leonrdo da Vinci. Silvano Vinceti, kepala peneliti lukisan mengatakan, model Mona Lisa yang berada dalam lukisan itu adalah seorang pria, anak laki-laki. Seperti dilansir Telegraph.co.uk, Rabu 2 Februari 2011, Vinceti yang juga sejarawan Italia itu mematahkan kesimpulan yang ada selama ini yang menyebut bahwa Mona Lisa adalah Lisa Gherardini, istri seorang saudagar sutra dari Florentine. Vinceti sangat yakin lukisan itu diilhami oleh Gian Giacomo Caprotti. Seorang pria muda yang telah lama bekerja dan menjadi kepercayaan ‘Sang Master Renaissance’ itu. Hubungan antara Leonardo dan Caprotti diyakini sangat erat. Bahkan sang maestro disebut-sebut menganggap si model dalam lukisan itu sebagai anaknya dan menjadi salah satu sahabat yang paling terpercaya.Vinceti juga mengatakan, beberapa karya Leonardo, termasuk dua lukisan St Yohanes Pembaptis dan gambar yang kurang dikenal yang disebut “Angel Incarnate” itu juga didasarkan pada Caprotti. Caprotti mendapat panggilan ‘sayang’ yakni Salai.Apa yang membuat penelitian tim Vinceti menyebut Mona Lisa adalah seorang pria? Menurut dia, semua tampilan pada Mona Lisa menggambarkan ciri seorang pemuda. Ramping, bukan banci dengan rambut keriting. “Salai (Caprotti) adalah model favorit bagi Leonardo. Leonardo juga memasukkan karakteristik Salai dalam The Mona Lisa,” kata Vinceti. Caprotti diduga memasuki rumah tangga Leonardo sekitar tahun 1490, ketika masih berumur sekitar 10 tahun. Caprotti bekerja sebagai asisten Leonardo selama sekitar 20 tahun. Dia mendapat julukan Salai atau ‘Setan Kecil’. Caprotti juga disinyalir menjadi model beberapa subyek lukisan erotis yang dihasilkan sang jenius.”Salai sangat tampan dan mungkin dia adalah kekasih Leonardo,” kata Vinceti yang juga Kepala Komite Nasional Warisan dan Pelestarian Budaya Italia ini. Vinceti yakin, Leonardo adalah seorang penyuka sesama jenis, gay.Salai juga diduga mencuri banyak benda dari Leonardo. Dia juga kerap menimbulkan beberapa masalah. Tetapi, sebagai seorang artis, Leonardo selalu memaafkan. Sejarawan seni lainnya menilai skeptis atas kesimpulan Vinceti itu. Pietro Marani, seorang penulis beberapa buku tentang artis yang juga ‘pakar’ Leonardo menyebut penelitian Vinceti itu “tidak berdasar.